yang selalu aku rindu itu kamu, tapi selalu aku lampiasin ke dia..
yang mau aku sms itu kamu, tapi entah malah ketik nomornya dia..
kamu bukan yang pertama, tapi selalu kamu yang kuanggap yang pertama padahal jelas dia yang pertama
salah nih banding bandingin kamu sama dia?
ini kamu kok yang minta..
aku gamau sama samain kamu dg dia..
tapi kamu selalu tanya “jadi baik mana nih gue sama dia?’” atau kamu nanya “jadi yang paling nyakitin siapa sekarang?”
dan masih aku inget pertanyaan kamu pas kita telponan 4 jam sehabis ulang tahun kamu, “jahatan mana gue sm yang dulu?” dan ketika aku jawab “yaah kl yang dulu itu kan salah paham…” tiba tiba kamu sela dg pertanyaan “bukaan, bukan itu maksudnya.. tapi, jahatan mana gue sama “yang dulu” (re: si dia)?
yang jahat itu kamu!
iya sih ga maen fisik ataupun lukain tubuh aku
tapi sikap kamu..
yah, sikap kamu yang bener2 nyiksa batin
*no, ini bukan masalah keluarga atau apa*
cuma perasaan yang ga pernah bisa buat bebas..
aku tau kamu bahkan pergi setelah aku ucapin kata, KITA UDAHAN AJA
tapi kamu selalu datang dg 1000 pertanyaan tentang dia
yah aku tahu, aku selalu menghindar..
aku menyembunyikan sesuatu..
dan sampai pada saat yang aku sudah sangat lelah untuk menghindar, aku mencoba untuk mengahadapinya
menghadapi 1000 pertanyaan yang selalu kamu hujat ke aku
aku siap, menjawab apapun pertanyaan kamu tentang dia..
tapi kenapa, di saat aku mampu untuk mengahadapi semua pertanyaanmu, kini malah kamu yang diam 1000 bahasa?
| — | tak mungkin aku yang kamu rindukan tapi dia, dan pasti kamu yang kurindukan bukan dia :’) |
Jodoh tentu kitalah yang pilih
Yaitu dengan cara kita berpakaian
Dengan cara kita bertutur kata
Dengan cara kita bersikap terhadap orang lain
Jodoh tentu kitalah yang pilih
Yaitu dengan cara kita membawa diri
Dengan cara kita menghindari pergaulan-pergaulan yang tak berarti
Dengan cara kita menjaga kehormatan diri dan keluarga
Jodoh tentu kitalah yang pilih
Yaitu dengan cara kita menegakkan agama ini
Dengan cara kita senantiasa dalam urusan dakwah
Dengan cara kita menjalankan rukun agama ini sehari-hari
Sungguh, jodoh tentu kitalah yang pilih
Karena, Tuhan telah berfirman:
“…perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula)…” (QS an-Nur:26)
Pantaskan dirimu untuk memilih dan dipilih dengannya yang kamu cintai karena Allah
Maaf bila dari judulnya saja aku sudah membuat perkara
Ada beberapa pertanyaan yg sebenarnya ingin ku tanyakan langsung padaMu
Tapi sekali lagi maafkan aku karena aku lancang mempertanyakan di forum yg sangat umum ini
Jika Kau memang 1 mengapa Kau biarkan umat di dunia ini menyembahMu dengan 5 cara?
Jika Kau memang Esa mengapa Kau biarkan seluruh manusia membayangkan bahwa Kau bermacam-macam?
Nabiku bersabda “agama yg paling baik ajarannya adalah agama Islam” namun di sisi lain mengapa Kau tunjukka ayat yg mengatakan bahwa “agamamu agamamu, agamaku agamaku”
Sungguh itu membuatku bingung, mengapa Kau biarkan umat lain menyembahMu dengan cara yg salah? Bukankah itu semua adalah ciptaanMu? Namun mengapa Kau begitu tega membuat meraka salah mengartikan kehadiranMu?
“Tuhan memang 1, kita yg tak sama”
Kalau Kau memang benar satu, mengapa Kau buat kami berbeda ?
Mengapa Kau biarkan seorang muslimah menyukai bahkan jatuh hati terhadap seorang Nasrani?
Mengapa Kau ciptakan cinta terlarang bila itu hanya akan menyakitkan dan membuat dosa?
Bagaimana caranya menetralkan perasaan dg logika, bahwa inilah yg terbaik?
Kau yg buat aku dan dia bersama, diatas segala perbedaan yg ada..
Tapi mengapa Kau juga membuat ku jauh dgn nya ketika hati ini mulai tertarik padanya?
Aku sungguh tak mengerti apa tujuanMu tp bila ini terus terusan terjadi, biarlah ..
Biarlah..
Buatlah aku lupa bahwa aku pernah mencintai seorang Nasrani yg tidak menyembahMu
Karena perasaan ini sungguh menyakitkan
Kau yang buat aku menjadi seperti ini, pasti Kau tau bagaimana sakitnya menahan cinta terlarang..
Aku tak bermaksud untuk meminta dia untuk Kau jadikan salah satu hambaMu
Tapi mengapa, saat aku solat berjamaah terlintas bayangan bahwa dia akan menjadi imam di setiap solatku?
Di saat ku lupa dengan Mu, mengapa dia yg mengingatkan untuk solat malam dan mengaji?
Bila bukan dia, mengapa Kau hadirkan dia di setiap mimpiku? Setiap malam ..
Yah pertamanya aku berfikir, mungkin aku merindukannya yg teramat sangat
Namun setelah bertemu dengannya, aku tetap memimpikan dia
Aku tetap mengharapkan bahwa ia lah yg akan selalu bersamaku
Megapa harus dia yg sekarang menyita seluuuruh perhatian dan kasih sayangku?
Tuhan, berilah pencerahan dari setip jalan yg buntu ini..
Ikhlaskanlah hatiku, bila memang benar bahwa kami harus terpisah..
Aku ikhlas melupakannya selamanya, daripada aku harus selalu dan selalu menahan cinta terlarang seperti ini
Aku tetap memilihMu, karena cinta yg ikhlas dan ridho hanyalah cinta yg berlandaskan ketulusan seorang hamba mencintai Tuhannya :)

